RAKERCAB

 

Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Panawuan

Minggu, 11 Januari 2026, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Panawuan menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dengan tema "Dari Pemahaman Menata Arah Gerakan". Kegiatan ini bertujuan untuk mempertebal pemahaman keilmuan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kembali ke dasar-dasar dalam menjalankan roda organisasi.

"Dari Pemahaman Menata Arah Gerakan" memiliki arti yang mendalam, yaitu kembali lagi ke dasar keilmuan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar Ikatan Pelajar Muhammadiyah, IPM Cabang Panawuan dapat menata arah gerakan yang lebih terarah dan efektif dalam mencapai tujuan organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Cabang IPM Panawuan, Anwar Arif Miftah, menyampaikan Rapat Kerja Cabang bukan agenda formalitas, bukan pula ruang untuk sekadar mengamankan periode. Rakercab adalah ruang penentuan nasib organisasi selama satu periode ke depan. Di forum inilah kita menentukan apakah IPM akan berjalan dengan kesadaran gerakan, atau justru kembali terjebak dalam rutinitas tanpa makna.

Kami menegaskan sejak awal, bahwa program yang akan dijalankan ke depan bukan hasil kira-kira, Program IPM harus lahir dari riset, kebutuhan riil pelajar, dan bagi kami tidak haram untuk melibatkan  pimpinan di yang dibawah. Jika tidak, maka yang kita sebut program hanyalah agenda kosong yang tidak pernah benar-benar menyentuh masalah.

Tagline yang kami bawa untuk 1 periode kedepan adalah “Pelajar Berilmu, Pelajar Berdampak.” Ini bukan slogan pemanis proposal. Ini adalah kritik terbuka terhadap praktik organisasi yang selama ini sering kehilangan arah.

Karena itu, kami mencoba dengan sungguh-sungguh menghidupkan kembali nilai-nilai dasar dan ideologi IPM sebagai landasan kebijakan. Bukan tanpa alasan. Kita harus jujur mengakui bahwa selama ini, sering muncul kebijakan kebijakan yang mohon maaf kebijakan kebijakan yang absurd, entah landasannya darimana, dan tidak kejelasannya untuk apa.

seperti semisal :

1. Tiba-tiba ada pergantian, tanpa evaluasi yang transparan.

2. Tiba-tiba ada pembatasan, tanpa dasar ideologis maupun organisatoris.

3. Tiba-tiba muncul gerakan-gerakan eksklusif, yang justru menjauhkan IPM dari watak gerakan pelajar.

Yang lebih mengherankan, semua itu sering kali dianggap wajar, seolah kebijakan tidak lagi butuh legitimasi nilai dan aturan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka IPM bukan sedang bergerak maju, melainkan sedang kehilangan jati diri secara perlahan.

IPM hari ini juga harus berhenti terlalu sibuk mengurusi konflik internal yang tidak produktif. Kita sudah cukup dewasa untuk membedakan mana dinamika yang membangun dan mana yang hanya menguras energi. Persoalan keluar-masuk anggota, dan konflik personal tidak seharusnya menjadi pusat perhatian organisasi.

IPM hari ini harus kembali pada tugas utamanya: berdakwah dan menyelesaikan problem pelajar. Karena perlu ditegaskan dengan jelas, IPM bukan objek kebijakan, IPM adalah subjek gerakan. Kita bukan sekadar pelaksana perintah, tetapi aktor perubahan.

IPM bukan untuk mencari aman.

IPM bukan untuk berlindung di balik struktur.

IPM adalah komitmen untuk hadir di tengah persoalan pelajar dan masyarakat.

Maka di forum ini saya sampaikan dengan tegas:

Jika kita ingin menjadi subjek gerakan, mari kita bangun IPM ini bersama-sama dengan penuh kesadaran, keberanian, dan kejujuran.

Namun jika memang lebih memilih untuk sebagai objek, maka perlu saya sampaikan secara terbuka: pintu IPM tidak pernah dikunci, bahkan tidak pernah ditutup.

Bukan karena kita tidak peduli, tetapi karena masih terlalu banyak persoalan pelajar yang lebih mendesak untuk kita urusi dibandingkan drama internal yang tak berujung.

saya berharap Rakercab ini menjadi titik balik. Bukan hanya melahirkan program, tetapi juga melahirkan sikap. Bukan hanya menetapkan agenda, tetapi juga menegaskan arah gerakan. Karena perubahan besar tidak lahir begitu saja, ia lahir dari tangan tangan yang saling menggenggam, dari dedikasi yang saling dijaga, dan dari hati yang tulus bergerak dalam satu irama. " ujarnya.

Rakercab ini dihadiri oleh Ayahanda Pimpinan Cabang Muhammadiyah Panawuan, serta Pimpinan Ortom tingkat Cabang. Kehadiran Ayahanda Pimpinan Cabang Muhammadiyah Panawuan dan Pimpinan Ortom tingkat Cabang menunjukkan dukungan dan perhatian yang besar terhadap kegiatan IPM Cabang Panawuan.

Tujuan utama dari kegiatan Rakercab ini adalah untuk menyelaraskan setiap program kerja dengan kebutuhan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang ada di Panawuan, yaitu Ranting IPM Panawuan, Ranting IPM Panawuan Lebak, Ranting IPM SMK Muhammadiyah Tarogong Kidul, dan Ranting IPM MTs Muhammadiyah Tarogong. Dengan demikian, diharapkan Pimpinan Cabang IPM Panawuan dapat menjadi lebih efektif dan sesuai dalam menjalankan program kerjanya.

Salah satu agenda sidang komisi dalam kegiatan Rakercab ini adalah memakai metode FGD (Focus Group Discussion) Dalam FGD ini, peserta membahas dan menyusun rencana kegiatan dalam program  yang akan dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang IPM Panawuan. Dengan adanya FGD ini, diharapkan Pimpinan Cabang IPM Panawuan dapat memiliki program kerja yang lebih terarah dan efektif dalam mencapai tujuan organisasi.

Dengan terlaksananya Rakercab ini, diharapkan Pimpinan Cabang IPM Panawuan dapat menerapkan mensukseskan TagLine Dari Periode kali ini yaitu Pelajar Berilmu, Pelajar Berdampak. Serta mampu meningkatkan kualitas dan kapabilitas kader dalam menghadapi tantangan zaman.



Komentar

Postingan Populer